Betangnews.com, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto. Keputusan tersebut diambil agar ia dapat menjalani pengobatan penyakit jantung yang membutuhkan perhatian penuh.
Pengunduran Diri Disampaikan Langsung kepada Presiden
Kabar pengunduran diri Nanik disampaikan oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Rabu (22/7/2026). Dalam keterangannya, Dirgayuza menyebut Nanik telah menyampaikan langsung keputusan tersebut kepada Presiden Prabowo sebelum memulai proses pengobatan.
Menurut Dirgayuza, selama mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014, ia melihat sosok yang konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat. Nanik dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap rakyat, terutama ketika menghadapi persoalan ketidakadilan dan kesulitan hidup.
Dikenal Aktif Membela Masyarakat
Dirgayuza juga mengenang sejumlah kontribusi Nanik selama mendampingi berbagai isu sosial. Salah satunya ialah perannya dalam mengungkap kasus pekerja migran Indonesia, Wilfrida Soik, kepada Presiden Prabowo. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya yang mendorong pembelaan terhadap Wilfrida dari ancaman hukuman mati di Malaysia.
Selain itu, Nanik disebut sebagai penggagas program becak listrik bagi para pengayuh becak lanjut usia. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan sekaligus meringankan beban kerja para pengemudi becak yang telah memasuki usia senja.
Pengganti Kepala BGN Belum Diumumkan
Hingga berita ini diterbitkan, pemerintah belum menyampaikan keterangan resmi mengenai sosok yang akan mengisi jabatan Kepala Badan Gizi Nasional setelah pengunduran diri Nanik S Deyang. Sementara itu, publik masih menantikan langkah pemerintah dalam memastikan keberlanjutan berbagai program strategis BGN, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas nasional.
(Ptr/betangnews.com)




