Betangnews.com, Palangka Raya – DPRD Provinsi Kalimantan Tengah mendorong penguatan pendidikan karakter dan budi pekerti sebagai salah satu langkah mencegah perundungan atau bullying serta kekerasan di lingkungan sekolah. Upaya tersebut dinilai perlu berjalan bersamaan dengan pengawasan terhadap perilaku siswa.
Pendidikan Karakter Perlu Diperkuat
Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, menilai sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Menurutnya, pendidikan tidak hanya harus meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun sikap saling menghormati dan menghargai sesama.
Sugiyarto mengatakan pemerintah perlu kembali memperkuat pendidikan moral yang dahulu dikenal melalui pelajaran Budi Pekerti. Ia menilai perkembangan teknologi dan media sosial menghadirkan tantangan baru dalam membentuk perilaku anak sehingga sekolah perlu memberikan pembekalan yang lebih kuat.
“Pendidikan moral sangat penting. Dulu pada era 1970-an ada pendidikan Budi Pekerti,” kata Sugiyarto, Senin (31/8/2026).
Kurikulum Diminta Lebih Menekankan Moral
Sugiyarto mendorong pemerintah pusat dan DPR RI mengevaluasi kurikulum pendidikan agar aspek moral dan karakter memperoleh porsi yang lebih kuat. Ia menilai siswa perlu memahami sopan santun, tata krama, cara menghormati orang lain, serta sikap dalam menghadapi perbedaan.
Ia juga menegaskan pendidikan karakter tidak boleh berhenti pada penyampaian teori di ruang kelas. Sekolah perlu membiasakan siswa menerapkan nilai-nilai tersebut dalam aktivitas sehari-hari, baik ketika berada di lingkungan pendidikan maupun di luar sekolah.
“Hal ini harus dibiasakan, baik di ruang kelas maupun di luar ruang kelas,” ujarnya.
Budi Pekerti Jadi Upaya Cegah Bullying
Sugiyarto berharap penguatan pendidikan karakter dapat membantu mencegah tindakan perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan. Ia menilai keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan siswa membangun hubungan yang baik dengan orang lain.
Menurutnya, pembentukan karakter sejak dini dapat membekali siswa agar mampu bersikap positif, menghargai sesama, dan menyelesaikan perbedaan tanpa kekerasan. Karena itu, seluruh pihak perlu terlibat dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman sekaligus membentuk generasi berkarakter.
(Ptr/betangnews.com)




