Betangnews.com, Jakarta – Nama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk mengisi posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S. Deyang. Pergantian kepemimpinan itu mencuat setelah Nanik memutuskan mengundurkan diri guna menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Sudaryono Disebut Calon Terkuat
Sejumlah sumber yang mengetahui proses tersebut membenarkan bahwa Sudaryono menjadi sosok yang dipersiapkan untuk memimpin BGN. Meski demikian, pemerintah hingga kini belum mengumumkan secara resmi penunjukan tersebut. Keputusan akhir masih menunggu pengesahan dari Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, Nanik sempat memberi isyarat mengenai sosok yang akan menggantikannya. Melalui unggahan di media sosial, ia menyebut penggantinya sebagai “adik” yang masih dapat ia ingatkan apabila kebijakan BGN dinilai mulai menyimpang dari tujuan awal.
Tetap Kawal Program Makan Bergizi Gratis
Dalam unggahan yang sama, Nanik mengungkapkan telah berpamitan kepada Presiden Prabowo sekaligus mengajukan pengunduran diri demi fokus menjalani pengobatan. Presiden dikabarkan menerima keputusan tersebut, namun tetap menginginkan Nanik berkontribusi dalam pengawasan BGN.
Nanik mengungkapkan bahwa Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas Badan Gizi Nasional dan memintanya menjabat sebagai ketua. Dengan posisi tersebut, ia berharap tetap dapat mengawal jalannya program tanpa terlibat langsung dalam pengelolaan anggaran.
Fokus Menuntaskan Reformasi BGN
Sebelum mengakhiri masa tugasnya, Nanik menegaskan telah meletakkan fondasi reformasi di tubuh BGN. Ia melakukan perombakan terhadap lima pejabat eselon I dari berbagai kementerian dan lembaga, sekaligus membentuk sebelas tim yang bertugas mengevaluasi dan memperbaiki sistem kerja lembaga tersebut.
Tim tersebut akan meninjau sasaran penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga pelaksanaan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Nanik juga menegaskan bahwa MBG merupakan program peningkatan kualitas gizi anak Indonesia dan bukan agenda politik, sehingga pelaksanaannya harus tetap menjadi prioritas pemerintah.
(Ptr/betangnews.com)




