Betangnews.com, Palangka Raya – DPRD Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk mengawal keberlanjutan pembangunan Huma Betang di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya melalui pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027. Proyek tersebut dinilai sebagai salah satu pembangunan strategis yang perlu diselesaikan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Lohing Simon, mengatakan pembangunan Huma Betang telah direncanakan sejak beberapa tahun terakhir bersama mitra kerja Komisi IV, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Menurutnya, proyek tersebut merupakan bagian dari perencanaan pembangunan daerah yang telah melalui proses pembahasan bersama pemerintah provinsi.
Komitmen Kawal Anggaran Pembangunan
Lohing menjelaskan Komisi IV akan mencermati kebutuhan anggaran pembangunan Huma Betang saat pembahasan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Tahapan pembahasan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga September mendatang.
Ia menegaskan seluruh program prioritas pemerintah daerah akan dibahas secara menyeluruh, termasuk kelanjutan pembangunan Huma Betang. Menurutnya, pengalokasian anggaran akan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan secara bertahap agar tetap sejalan dengan kemampuan fiskal daerah tanpa mengganggu prioritas pembangunan lainnya.
Pembangunan Bertahap dan Terukur
Lohing menilai pembangunan Huma Betang memerlukan perencanaan yang matang agar hasilnya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Karena itu, DPRD bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan kembali membahas rincian kebutuhan anggaran sebelum ditetapkan dalam APBD 2027.
Selain mengawal penganggaran, Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah juga akan memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan. Pengawasan tersebut bertujuan memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, tepat sasaran, serta memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
Simbol Budaya dan Identitas Daerah
Menurut Lohing, Huma Betang tidak hanya menjadi proyek pembangunan fisik, tetapi juga merupakan simbol budaya yang merepresentasikan nilai persatuan, kebersamaan, toleransi, dan semangat gotong royong masyarakat Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, keberlanjutan pembangunannya diharapkan mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Ia berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan Huma Betang sehingga keberadaannya memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pengembangan kawasan Bundaran Besar sebagai salah satu ikon Kota Palangka Raya. (Ptr/betangnews.com)




