spot_img
BerandaLegislatifDPRD KaltengRp70 Miliar BTT Disorot, DPRD Kalteng Minta Dana Karhutla Tak Tersendat

Rp70 Miliar BTT Disorot, DPRD Kalteng Minta Dana Karhutla Tak Tersendat

Betangnews.com, Palangka Raya – Anggota DPRD Kalimantan Tengah Asdy Narang meminta pemerintah daerah memastikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar Rp70 miliar dapat digunakan secara optimal untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menilai kesiapan anggaran menjadi faktor penting dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla di sejumlah wilayah.

Anggaran Karhutla Harus Siap Digunakan

Asdy meminta pemerintah memastikan proses pencairan dan penggunaan anggaran berjalan tanpa hambatan. Menurutnya, dana yang telah disiapkan harus tersedia ketika petugas membutuhkan dukungan untuk melakukan pencegahan maupun penanganan karhutla di lapangan.

“Jangan sampai Rp70 miliar itu tersendat-sendat juga, kan repot juga. Itu yang perlu kita awasi dan kita tetap awasi semuanya,” ujar Asdy, Kamis (20/8/2026).

Politikus Partai NasDem tersebut menegaskan pemerintah harus mengutamakan penggunaan BTT untuk kebutuhan penanganan karhutla apabila kondisi membutuhkan. Ia juga mendorong pengawasan terhadap anggaran agar dana yang tersedia benar-benar digunakan sesuai kebutuhan mendesak.

Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Karhutla

Asdy menilai kondisi cuaca yang mulai memasuki musim kemarau perlu mendapat perhatian serius. Pemerintah daerah harus memperkuat langkah pencegahan sejak dini untuk mengantisipasi munculnya titik api dan mencegah kebakaran meluas.

Ia meminta pemerintah menjadikan penanganan karhutla sebagai salah satu prioritas utama. Selain memastikan kesiapan anggaran, pemerintah juga perlu memperkuat pengawasan agar seluruh sumber daya dapat digunakan secara tepat dan cepat ketika terjadi kebakaran.

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat

Asdy turut mengingatkan dampak karhutla terhadap aktivitas masyarakat apabila kebakaran berkembang menjadi lebih luas. Kabut asap dapat mengganggu berbagai pelayanan publik, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Ia menyoroti kebijakan pengurangan jam belajar pada jenjang SD, SMP, hingga SMA yang dapat muncul ketika kondisi kabut asap memburuk. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi secara menyeluruh, termasuk memastikan dukungan anggaran tetap tersedia jika situasi karhutla semakin serius.

Baca Juga :  Ketua DPRD Palangka Raya Minta Pengawasan Distribusi Gas LPG 3 Kg Diperketat

Asdy menegaskan pemerintah tidak boleh mengalihkan anggaran yang telah dipersiapkan untuk kebutuhan penanganan karhutla ke kegiatan yang tidak mendesak. Menurutnya, kesiapan dana dan respons cepat akan menentukan kemampuan pemerintah dalam mencegah kebakaran meluas serta menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan.

 

(Ptr/betangnews.com)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU