Betangnews.com, Palangka Raya – Sulitnya memperoleh pekerjaan setelah gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) yang disampaikan kepada anggota DPRD Kalteng selama masa reses.
Warga Minta Pemerintah Ciptakan Lapangan Kerja
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, mengatakan masyarakat tidak hanya meminta pemerintah memenuhi kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur. Warga juga mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan yang mampu membuka lapangan kerja sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Menurut Junaidi, sejumlah pekerja terkena dampak kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan. Kondisi tersebut mendorong perusahaan melakukan PHK atau merumahkan karyawan. Pada saat yang sama, masyarakat menghadapi kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan baru.
“Banyak warga kita yang terdampak langsung aturan RKAB perusahaan, sehingga terjadi PHK dan karyawan dirumahkan. Sementara itu, mencari pekerjaan baru dalam kondisi sekarang tidak mudah,” ujar Junaidi, Selasa (2/9).
Sektor Padat Karya Jadi Harapan
Junaidi menilai pemerintah perlu memperkuat sektor ekonomi yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Ia menyebut perkebunan, peternakan, dan perikanan sebagai sektor potensial yang dapat menjadi alternatif sumber penghasilan masyarakat.
Pemerintah, lanjutnya, perlu memastikan program pemberdayaan ekonomi tidak berhenti pada pemberian bantuan jangka pendek. Program tersebut harus memiliki perencanaan berkelanjutan agar masyarakat yang kehilangan pekerjaan dapat memperoleh sumber mata pencaharian baru.
“Harapan masyarakat sangat besar. Mereka meminta pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten dan kota, benar-benar turun tangan memperkuat sektor ekonomi riil masyarakat,” katanya.
DPRD Siapkan Aspirasi untuk Kebijakan Ekonomi
Junaidi menegaskan DPRD Kalteng akan membawa berbagai aspirasi yang diterima selama masa reses ke dalam pembahasan bersama pemerintah daerah. DPRD juga akan mendorong eksekutif menyusun kebijakan yang lebih konkret untuk memperluas kesempatan kerja.
Menurutnya, pemerintah perlu segera mengambil langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat dan menggerakkan kembali aktivitas ekonomi di tengah kondisi perekonomian yang menghadapi berbagai tekanan.
Dengan penguatan sektor padat karya dan program pemberdayaan yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak pilihan pekerjaan serta peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
(Ptr/betangnews.com)




