Betangnews.com, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyampaikan bahwa kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Kalimantan Tengah menjadi momentum penting untuk memperkuat dukungan pemerintah pusat dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Agustiar mengatakan Presiden Prabowo turun langsung untuk melihat kondisi penanganan karhutla sekaligus memastikan berbagai langkah pencegahan berjalan secara optimal. Pemerintah pusat juga terus memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan daerah.
Menurut Agustiar, dukungan tersebut mencakup penyediaan ekskavator, pembangunan sumur bor, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Bantuan itu menjadi penting karena sejumlah wilayah Kalteng masih menghadapi keterbatasan sumber air ketika terjadi karhutla.
Target Awal 1.000 Sumur Bor
Agustiar menjelaskan pemerintah pusat telah mendukung pembangunan sumur bor sebagai salah satu upaya memperkuat ketersediaan sumber air untuk penanganan karhutla. Pada tahap awal, pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 1.000 sumur bor di wilayah Kalteng.
Jumlah tersebut masih dapat bertambah sesuai kebutuhan di lapangan. Agustiar menegaskan pemerintah pusat siap memberikan dukungan tambahan selama fasilitas tersebut benar-benar dibutuhkan untuk kepentingan masyarakat dan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.
Presiden Prabowo juga meminta pemerintah daerah memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla melalui sinergi lintas sektor. Pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat perlu membangun koordinasi agar potensi kebakaran dapat terdeteksi dan ditangani lebih cepat.
OMC Hadapi Tantangan Lapangan
Selain memperkuat sarana dan prasarana, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai bagian dari strategi penanganan karhutla.
Namun, Agustiar menyebut pelaksanaan OMC masih menghadapi tantangan karena kondisi di lapangan belum sepenuhnya memungkinkan. Pemerintah tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat agar setiap langkah penanganan dapat berjalan efektif.
Agustiar menilai kolaborasi pusat dan daerah menjadi kunci menghadapi ancaman karhutla. Dengan dukungan sarana, ketersediaan sumber air, serta keterlibatan masyarakat, pemerintah berharap pencegahan dan penanganan karhutla di Kalteng semakin optimal.
(Ptr/betangnews.com)




