spot_img
BerandaLegislatifDPRD KaltengKarhutla Kalteng Muncul Bergantian, DPRD Desak Bongkar Sumber Api

Karhutla Kalteng Muncul Bergantian, DPRD Desak Bongkar Sumber Api

Betangnews.com, Palangka Raya – Aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait diminta tidak hanya berfokus pada pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Penelusuran terhadap penyebab munculnya titik api serta pihak yang bertanggung jawab juga perlu dilakukan secara serius dan objektif.

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Abdul Hafid, menyoroti kemunculan titik api yang terjadi secara bergantian. Ia menilai munculnya kebakaran baru setelah api di lokasi sebelumnya berhasil dikendalikan perlu menjadi perhatian karena dapat menunjukkan adanya faktor lain yang harus ditelusuri.

Telusuri Penyebab Titik Api

Abdul Hafid menegaskan penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada proses pemadaman. Menurutnya, aparat perlu melakukan investigasi untuk mengetahui asal-usul dan penyebab kebakaran secara objektif sehingga pemerintah dapat menentukan langkah penanganan yang lebih tepat.

“Pemadaman memang penting, tetapi jangan sampai penanganan hanya berhenti pada tahap itu. Asal-usul dan penyebab utama kebakaran harus ditelusuri secara tuntas,” kata Hafid di Palangka Raya, Senin (7/9).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut juga meminta aparat tidak langsung menyimpulkan aktivitas masyarakat sebagai penyebab setiap kejadian karhutla. Ia mendorong penyelidikan berdasarkan fakta di lapangan, termasuk dengan mengidentifikasi pola kemunculan titik api dan kondisi di sekitar lokasi.

Perkuat Gotong Royong Hadapi Karhutla

Di tengah ancaman karhutla, masyarakat juga memiliki peran penting dalam membantu pemerintah dan petugas menangani kebakaran. Semangat gotong royong perlu diperkuat melalui kerja sama warga, relawan, pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dan seluruh unsur terkait dalam menghadapi kebakaran di wilayah masing-masing.

Masyarakat dapat membantu dengan memberikan informasi secara cepat apabila menemukan titik api, mendukung petugas di lapangan sesuai kemampuan, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Namun, setiap upaya penanganan tetap perlu mengutamakan keselamatan dan mengikuti arahan petugas.

Baca Juga :  Sutik Desak Pemprov Prioritaskan Jalan Pertanian, Petani Samuda Terkendala Biaya Angkut Tinggi

Selain itu, masyarakat diimbau tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya terkait penyebab maupun pihak yang diduga terlibat dalam karhutla. Informasi yang belum terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman dan mengganggu upaya penanganan di lapangan.

Karena itu, masyarakat sebaiknya menyampaikan laporan melalui jalur resmi dan menyerahkan proses penyelidikan kepada aparat berwenang. Gotong royong dan kepedulian bersama akan lebih efektif apabila berjalan dengan komunikasi yang baik, informasi yang akurat, serta tanpa saling menuduh atau menyebarkan provokasi.

Jangan Abaikan Faktor Kesengajaan

Hafid menilai masyarakat pemilik lahan juga dapat mengalami kerugian besar ketika kebakaran meluas. Karena itu, ia meminta aparat tidak secara otomatis mengaitkan setiap kebakaran dengan aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat.

Menurutnya, aparat perlu mengungkap kemungkinan adanya unsur kesengajaan maupun kelalaian dari pihak tertentu. Jika penyelidikan menemukan pelanggaran, APH diminta menindak pelaku sesuai ketentuan hukum tanpa membedakan latar belakangnya.

Pengusutan sumber titik api menjadi bagian penting untuk memutus siklus kebakaran dan mencegah kabut asap kembali meluas. Penanganan juga perlu berjalan beriringan dengan upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Hafid melihat kesadaran warga terhadap bahaya kebakaran mulai berkembang. Masyarakat di tingkat tapak kini semakin berhati-hati dalam menggunakan api, termasuk dalam aktivitas sehari-hari yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Dengan demikian, penanganan karhutla di Kalteng perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemadaman, pencegahan, investigasi, hingga penguatan gotong royong masyarakat. Kolaborasi seluruh pihak dan sikap saling menjaga menjadi modal penting untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.

(Ptr/betangnews.com)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU