Betangnews.com, Palangka Raya* — Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, menegaskan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan harus menjadi momentum evaluasi bersama untuk memperbaiki mutu pendidikan di daerah.
Ia menilai pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan sehingga pemerintah daerah perlu menjadikannya sebagai prioritas, terutama untuk menjawab berbagai tantangan di wilayah pelosok.
Pelosok Masih Butuh Perhatian
Junaidi menyoroti bahwa ketimpangan layanan pendidikan antara kawasan perkotaan dan daerah pedalaman di Kalimantan Tengah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat pembangunan sarana dan prasarana pendidikan agar masyarakat di wilayah terpencil juga memperoleh akses belajar yang layak, merata, dan berkeadilan.
Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan memegang peran strategis dalam mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan daya saing masyarakat di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.
Ia juga menegaskan bahwa pemerataan akses pendidikan harus berjalan seiring dengan komitmen bersama untuk menutup kesenjangan layanan pendidikan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Guru Jadi Penentu Mutu
Selain menyoroti infrastruktur, Junaidi menekankan pentingnya peningkatan kualitas tenaga pendidik sebagai ujung tombak dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
Ia menilai guru yang kompeten akan berdampak langsung pada mutu pembelajaran sekaligus membentuk karakter generasi muda yang siap menghadapi masa depan.
DPRD Kalteng pun berharap momentum Hardiknas 2026 dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi semua, sejalan dengan semangat Hardiknas tahun ini.
Junaidi berharap langkah itu mampu melahirkan generasi muda Kalimantan Tengah yang cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (Ptr/betangnews.com)



