Betangnews.com, Palangka Raya* — Ketersediaan bahan bakar minyak atau BBM kembali menjadi sorotan di Kalimantan Tengah karena berpengaruh langsung terhadap kelancaran distribusi bahan pangan, hewan ternak, hingga pakan ternak. Jika pasokan BBM terganggu, rantai distribusi dapat melambat dan kondisi itu berpotensi memicu kenaikan harga di tingkat masyarakat.
BBM Jadi Penentu Distribusi
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, menegaskan bahwa sektor pangan dan peternakan sangat bergantung pada kelancaran distribusi BBM, terutama untuk menunjang angkutan logistik dari sentra produksi menuju pasar. Menurutnya, hambatan distribusi BBM akan langsung memengaruhi pengangkutan bahan pangan, ternak, dan pakan, sehingga ketersediaan komoditas di pasar ikut terancam.
Ia meminta pemerintah bersama pihak terkait segera mengantisipasi kondisi tersebut secara serius. Pemerintah, kata dia, harus memastikan pasokan BBM untuk sektor-sektor vital tetap tersedia agar aktivitas produksi dan distribusi tidak mengalami gangguan.
Prioritas untuk Sektor Vital
Faridawaty juga mendorong agar distribusi BBM memberi prioritas kepada pelaku usaha di sektor pangan dan peternakan. Langkah itu penting untuk menjaga kelancaran arus logistik, menekan risiko keterlambatan pasokan, dan menghindari gejolak harga yang dapat membebani masyarakat.
Selain itu, ia mengusulkan langkah strategis berupa penguatan ketahanan pangan lokal. Upaya tersebut dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada distribusi jarak jauh yang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan BBM.
Antisipasi Kenaikan Harga
Faridawaty berharap pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor agar stabilitas pasokan pangan dan sektor peternakan tetap terjaga di tengah dinamika ketersediaan BBM. Ia menilai langkah antisipatif yang cepat dan terukur akan membantu daerah menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat. (Ptr/betangnews.com)
Sumber: Borneonews



