Betangnews.com, Jakarta – Forum Istri Dewan (Fisdawan) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) memperdalam pemahaman tentang warisan budaya Nusantara melalui kunjungan ke Museum Batik Indonesia di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Ketua Fisdawan DPRD Kalteng, Apristini Arton S Dohong, bersama Ketua DWP Sekretariat DPRD Kalteng, Fitri Pajarudinnor, memimpin rombongan dalam agenda tersebut. Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kerja di Jakarta sekaligus sarana edukasi untuk mengenal sejarah, teknik, motif, serta filosofi yang terkandung dalam kain tradisional Indonesia.
Menelusuri Kekayaan Batik Nusantara
Pengelola museum mengajak rombongan melihat berbagai koleksi batik dari sejumlah daerah di Indonesia. Koleksi tersebut memperlihatkan keragaman karakter motif, teknik pembuatan, warna, hingga nilai filosofis yang berkembang sesuai budaya masyarakat di masing-masing wilayah.
Rombongan tidak hanya mencermati perkembangan batik dari Pulau Jawa, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kain tradisional dari Kalimantan. Keragaman tersebut menunjukkan bahwa setiap daerah memiliki identitas budaya yang berbeda dan menyimpan cerita yang diwariskan secara turun-temurun.
Apristini mengatakan, kunjungan tersebut memberikan pemahaman bahwa pelestarian budaya tidak cukup dilakukan dengan mengenali bentuk dan motif kain. Masyarakat juga perlu memahami sejarah serta nilai luhur yang terkandung di balik setiap karya tradisional.
Perempuan Berperan Lestarikan Budaya
Apristini menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan produk budaya lokal. Ia mendorong masyarakat untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap kain tradisional dengan menggunakannya dalam berbagai kesempatan.
Menurutnya, penggunaan kain tradisional dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi bentuk sederhana tetapi nyata dalam menjaga warisan budaya. Ia juga berharap motif khas Kalteng semakin dikenal luas dan mendapatkan tempat di tengah perkembangan budaya modern.
Sementara itu, Fitri Pajarudinnor menilai kunjungan ke Museum Batik Indonesia memberikan pengalaman edukatif yang berharga. Menurutnya, setiap kain tradisional memiliki karakter, sejarah, dan cerita tersendiri yang memperkaya pemahaman tentang perjalanan budaya Indonesia.
Kain Tradisional Bukan Sekadar Produk
Kegiatan tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya memandang batik dan kain tradisional bukan hanya sebagai produk ekonomi atau fesyen. Setiap motif dan teknik pembuatannya merepresentasikan identitas serta nilai budaya masyarakat yang melahirkannya.
Fisdawan dan DWP DPRD Kalteng berharap pengalaman tersebut dapat meningkatkan kecintaan terhadap budaya Nusantara, termasuk kain tradisional khas Kalteng. Upaya tersebut dinilai penting agar warisan budaya tetap hidup, dikenal, dan digunakan oleh generasi berikutnya.




