Betangnews.com, Palangka Raya – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata. Kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut berdampak pada jadwal penerbangan, sehingga berpotensi menghambat perjalanan wisatawan menuju sejumlah destinasi di Kalimantan Tengah.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Agung Catur Prabowo, mengungkapkan bahwa kabut asap dalam beberapa waktu terakhir telah memengaruhi mobilitas masyarakat, terutama wisatawan yang menggunakan transportasi udara. Pembatalan sejumlah penerbangan menjadi salah satu dampak yang menunjukkan besarnya pengaruh karhutla terhadap aktivitas pariwisata.
“Suasana kabut asap ini cukup memengaruhi kegiatan masyarakat, khususnya juga yang terkait dengan pariwisata. Kita mengetahui bandara kita juga beberapa kali melakukan pembatalan untuk cancel penerbangan, otomatis itu pasti berpengaruh langsung terhadap pergerakan wisatawan,” katanya dalam program Dialog Kalteng Menyapa di Pro 1 RRI Palangka Raya.
Sinergi Berbagai Pihak Jadi Kunci Penanganan Karhutla
Ketua Pengurus Wilayah (PW) Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila, Muhammad Enrico Hamlizar, menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai elemen dalam menangani karhutla. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, relawan, aparatur sipil negara (ASN), dan masyarakat dapat memperkuat upaya pemadaman serta mempercepat pemulihan kondisi lingkungan.
Ia menilai keterlibatan lintas sektor menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kepedulian bersama tanpa membedakan latar belakang. Kolaborasi tersebut juga mencerminkan semangat gotong royong yang dapat mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran berulang.
Karhutla Berdampak pada Mobilitas dan Pariwisata
Gangguan penerbangan akibat kabut asap menjadi perhatian karena kelancaran transportasi berperan penting dalam mendukung kunjungan wisatawan. Ketika penerbangan mengalami pembatalan, wisatawan dapat menghadapi kendala perjalanan yang berpotensi memengaruhi rencana kunjungan mereka ke Kalimantan Tengah.
Kondisi ini menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga menyangkut perlindungan kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan keberlangsungan kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat langkah pencegahan, meningkatkan koordinasi penanganan kebakaran, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kawasan rawan karhutla.
Melalui upaya terpadu dan berkelanjutan, masyarakat berharap kabut asap segera mereda sehingga aktivitas sehari-hari kembali normal dan mobilitas wisatawan tidak lagi terganggu. Pemulihan kualitas udara juga menjadi faktor penting untuk mendukung keberlangsungan sektor pariwisata dan menjaga daya tarik destinasi wisata di Kalimantan Tengah.
(Ptr/betangnews.com)




