Betangnews.com, Palangka Raya – Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Tengah, Prof. Dr. H. Bulkani, M.Pd., mengajak generasi muda dan seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan, menjaga toleransi, serta merawat kerukunan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa para pemuda dari berbagai latar belakang pernah menyatukan tekad demi mewujudkan cita-cita Indonesia. Semangat tersebut perlu terus diwariskan, terutama ketika masyarakat menghadapi perbedaan pandangan, dinamika sosial, dan berbagai tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Perbedaan Bukan Alasan untuk Terpecah
Prof. Bulkani menekankan bahwa keberagaman suku, agama, budaya, dan pandangan tidak seharusnya memicu perpecahan. Sebaliknya, masyarakat perlu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis. Generasi muda juga memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga semangat kebangsaan dan memperkuat solidaritas di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, mahasiswa dan pemuda dapat berperan aktif dalam kehidupan demokrasi melalui penyampaian aspirasi, kritik terhadap kebijakan pemerintah, serta pengawasan terhadap berbagai persoalan publik. Namun, mereka perlu menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, mengedepankan argumentasi yang kuat, dan tetap menghormati hak orang lain.
Kritik Harus Berjalan Seiring dengan Kedamaian
Demonstrasi merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi di negara demokrasi. Karena itu, pemerintah perlu membuka ruang dialog dan mendengarkan masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi kebijakan. Di sisi lain, mahasiswa dan kelompok kritis perlu menjaga aksi tetap damai serta menghindari kekerasan, perusakan fasilitas umum, dan tindakan yang merugikan masyarakat.
Prof. Bulkani juga mengingatkan generasi muda agar mewaspadai provokasi dan penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Kemudahan akses informasi menuntut masyarakat untuk lebih cermat memeriksa fakta sebelum menyebarkan berita. Sikap kritis dan kemampuan memilah informasi menjadi penting agar pihak-pihak tertentu tidak memanfaatkan perbedaan untuk menumbuhkan kebencian maupun mengadu domba masyarakat.
FKUB Kalteng Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Kerukunan
Sebagai Ketua FKUB Kalimantan Tengah, Prof. Bulkani menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama melalui sikap saling menghormati, komunikasi yang terbuka, dan kesediaan menerima perbedaan. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda yang memiliki peran strategis dalam membangun suasana damai dan harmonis.
Menjelang Hari Sumpah Pemuda, ia mengajak masyarakat menjadikan semangat persatuan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Persatuan tidak berarti semua orang harus memiliki pendapat yang sama, tetapi setiap orang perlu menempatkan kepentingan bangsa di atas perbedaan. Melalui toleransi, dialog, dan tanggung jawab bersama, generasi muda dapat turut menjaga Indonesia tetap rukun, damai, dan bersatu.
(Ptr/betangnews.com)




