Betangnews.com, Sampit – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Abdul Hafid, memanfaatkan masa reses dengan meninjau langsung pengerjaan lanjutan ruas Jalan Cempaka Mulia Timur-Kampung Melayu di Kabupaten Kotawaringin Timur. Ia memastikan proyek yang mendapat dukungan anggaran Pemerintah Provinsi Kalteng tersebut mulai berjalan sesuai rencana.
Abdul Hafid Pantau Pembangunan Box Culvert
Abdul Hafid meninjau pekerjaan di Desa Terantang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Saat berada di lokasi, ia melihat alat berat melakukan penggalian untuk pembangunan box culvert sebagai bagian dari penanganan ruas jalan tersebut.
Menurut Abdul Hafid, pembangunan box culvert menjadi tahap awal dalam peningkatan ruas Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu. Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengerjakan paket peningkatan jalan tersebut dengan nilai kontrak Rp2,424 miliar yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalteng Tahun Anggaran 2026.
Proyek tersebut memiliki masa pelaksanaan 150 hari kalender, mulai 9 Juli hingga 5 Desember 2026. Setelah itu, pelaksana menjalankan masa pemeliharaan selama 180 hari hingga 2 Juni 2027.
Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Abdul Hafid menilai pembangunan ruas jalan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat karena menghubungkan wilayah Cempaka Mulia Timur di Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan Kampung Melayu di Kabupaten Katingan.
Ia meminta pemerintah daerah melanjutkan peningkatan badan jalan setelah pembangunan box culvert selesai. Menurutnya, peningkatan konektivitas akan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan kebutuhan pokok.
“Kalau akses semakin baik, waktu tempuh menjadi lebih singkat, biaya angkut bisa ditekan dan hasil produksi masyarakat lebih mudah dibawa keluar. Dampak akhirnya yang kita harapkan adalah ekonomi desa ikut tumbuh,” ujarnya.
DPRD Kawal Kualitas Pekerjaan
Abdul Hafid juga meminta kontraktor menjaga kualitas pekerjaan dan menyelesaikan proyek sesuai ketentuan kontrak. Ia menekankan perangkat daerah serta konsultan pengawas perlu memastikan seluruh pekerjaan memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Politisi PAN tersebut menegaskan DPRD tidak hanya bertugas menyetujui anggaran, tetapi juga mengawasi pelaksanaannya. Ia berkomitmen mengawal pembangunan Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu agar pemerintah dapat melanjutkan penanganan ruas tersebut pada tahun-tahun berikutnya.
Ia berharap peningkatan jalan dapat memperkuat konektivitas antarkawasan di sekitar Sungai Mentaya serta membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan infrastruktur yang semakin baik, masyarakat di sejumlah desa yang dilalui jalur tersebut dapat mengangkut hasil produksi dengan lebih cepat dan efisien.
(Ptr/betangnews.com)




