Betangnews.com, Palangka Raya – Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah, menyoroti fenomena distribusi hasil perikanan laut yang masih didominasi pemasaran ke luar daerah, meskipun produksi dalam provinsi tergolong tinggi.
Distribusi Lokal Belum Kompetitif
Siti menjelaskan bahwa nelayan cenderung memilih jalur pemasaran yang memberikan keuntungan ekonomi lebih besar. Kondisi ini menunjukkan mekanisme pasar berjalan secara rasional, namun sekaligus mengindikasikan bahwa daya saing distribusi di dalam daerah masih belum optimal.
Ia menilai fenomena tersebut tidak terlepas dari dinamika ekonomi yang dipengaruhi oleh harga, akses pasar, serta efisiensi sistem distribusi. Akibatnya, sistem perdagangan dalam daerah belum mampu bersaing secara maksimal dengan pasar luar.
Potensi Besar Belum Maksimal
Berdasarkan data tahun 2025, produksi perikanan tangkap di Kalimantan Tengah mencapai lebih dari 159 ribu ton. Siti menegaskan bahwa angka tersebut menunjukkan potensi besar yang seharusnya mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi perekonomian daerah.
Namun, ia menyayangkan bahwa potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena distribusi hasil perikanan masih bergantung pada pasar luar daerah. Kondisi ini dinilai menghambat peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat lokal.
Infrastruktur Jadi Kunci
Siti juga menyoroti keterbatasan infrastruktur di sejumlah wilayah, terutama di daerah pesisir dan sentra perikanan seperti Kabupaten Pulang Pisau. Ia menyebut fasilitas pendukung seperti pelabuhan perikanan, tempat pelelangan ikan, serta sistem rantai dingin masih belum memadai.
Menurutnya, keterbatasan tersebut membuat arus distribusi lebih mengarah ke wilayah yang memiliki akses lebih mudah. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah provinsi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan untuk memperkuat sistem distribusi serta meningkatkan daya saing pasar lokal.
Ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur dan sistem logistik yang efisien agar hasil produksi perikanan dapat memberikan manfaat maksimal. Upaya ini harus dilakukan secara terintegrasi untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan kesejahteraan masyarakat. (Ptr/betangnews.com)
Sumber: Antara Kalteng



