Betangnews.com, Palangka Raya – Fraksi Gerindra DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah segera menindaklanjuti hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait pengelolaan keuangan daerah. Salah satu temuan yang menjadi perhatian ialah kewajiban pemulihan Dana Bagi Hasil (DBH) Reboisasi senilai Rp273,03 miliar yang harus diselesaikan pada tahun anggaran berikutnya.
Temuan BPK Jadi Alarm Perbaikan Tata Kelola
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kalteng, Endang Susilawati, menegaskan bahwa nilai kewajiban tersebut tidak dapat dipandang sebagai persoalan administratif semata. Menurutnya, besarnya nominal tersebut menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola keuangan yang lebih disiplin, transparan, dan akuntabel.
Endang menilai apabila kewajiban tersebut tidak segera diselesaikan, kemampuan fiskal daerah akan terdampak. Kondisi itu berpotensi mengurangi kapasitas pemerintah dalam membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Perkuat Pengawasan dan Perencanaan Anggaran
Untuk mencegah persoalan serupa terulang, Endang meminta pemerintah daerah meningkatkan kualitas perencanaan anggaran, memperkuat sistem pengendalian internal, serta memperketat pengawasan terhadap penggunaan keuangan daerah. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap pengelolaan anggaran berjalan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Ia juga menekankan pentingnya tindak lanjut atas rekomendasi BPK sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan pengelolaan keuangan yang tertib dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat menjaga ruang fiskal tetap sehat sekaligus memastikan program prioritas pembangunan berjalan secara optimal tanpa terbebani persoalan yang seharusnya dapat dicegah sejak dini.
Endang berharap seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan BPK segera direalisasikan sehingga pengelolaan keuangan daerah semakin efektif, transparan, dan mampu mendukung percepatan pembangunan di Kalimantan Tengah. (Ptr/betangnews.com)



