Betangnews.com, Kapuas – Kelompok tani di wilayah Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, secara aktif mengajukan bantuan sarana produksi pertanian berupa bibit dan alat mesin pertanian, khususnya kultivator. Usulan ini muncul sebagai langkah konkret untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terutama dalam pengolahan lahan sayuran yang selama ini masih dilakukan secara manual.
Dorongan Modernisasi Pertanian
Juru bicara Dapil V DPRD Kalimantan Tengah, Noor Fazariah Kamayanti, menyampaikan bahwa masyarakat Desa Saka Batur menempatkan bantuan alat kultivator sebagai kebutuhan prioritas. Petani membutuhkan alat tersebut untuk mempercepat proses olah tanah sekaligus meningkatkan efisiensi kerja di lapangan. Selain itu, warga juga meminta dukungan bibit unggul seperti kacang panjang dan cabai guna meningkatkan hasil panen.
Tidak hanya sektor pertanian, masyarakat turut mendorong peningkatan infrastruktur jalan desa. Warga mengusulkan peningkatan jalan poros dari batu menjadi aspal, terutama pada jalur RT 02 hingga RT 07, agar distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar.
Aspirasi Sosial dan Infrastruktur Desa
Kelompok masyarakat juga menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan melalui kegiatan posyandu. Para kader posyandu mengusulkan pelatihan keterampilan guna meningkatkan partisipasi dan keaktifan anggota dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Di Desa Wargo Mulyo, Kecamatan Kapuas Kuala, warga mengajukan kebutuhan yang lebih luas, mulai dari pengadaan ambulans dan mobil jenazah hingga perbaikan jalan dan jembatan desa. Selain itu, masyarakat juga meminta percepatan pembangunan Mushola Miftahul Jannah yang hingga kini belum rampung sepenuhnya.
Tantangan Petani dan Kebutuhan Mendesak
Petani di wilayah tersebut juga menghadapi kendala serius terkait administrasi kartu tani yang tidak aktif. Kondisi ini menyebabkan mereka kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi. Di sisi lain, persoalan tata kelola air di lahan persawahan yang berbatasan dengan Sungai Kapuas turut menjadi perhatian. Petani mengusulkan pembangunan tanggul serta pengadaan traktor untuk mendukung aktivitas pertanian.
Sementara itu, di Desa Sei Asem, Kecamatan Kapuas Hilir, petani mengalami gagal panen akibat keterbatasan pupuk dan obat-obatan pertanian. Warga berharap pemerintah segera memberikan bantuan agar produktivitas padi dapat kembali meningkat.
Selain sektor pertanian, masyarakat juga mengajukan bantuan perahu mesin (kelotok) bagi nelayan, pembangunan kantor desa, serta peningkatan akses jalan tembus untuk mendukung aktivitas ekonomi lokal. Berbagai usulan ini mencerminkan kebutuhan mendesak masyarakat desa dalam mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.
(Ptr/betangnews.com)
Sumber: beritasampit.com



