Betangnews.com, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila telah lama menjadi pedoman hidup masyarakat Dayak dan menjadi benteng utama menghadapi berbagai tantangan ideologi. Nurul Edy menyampaikan bahwa semangat kebersamaan, musyawarah, dan persatuan sudah tumbuh kuat dalam kehidupan sosial masyarakat sejak dahulu.
Menurut Nurul Edy, Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan juga cerminan nilai budaya lokal yang hidup dalam keseharian masyarakat Kalimantan Tengah. Ia menilai komitmen terhadap nilai kebangsaan harus terus dijaga agar tidak memberi ruang bagi ideologi lain yang bertentangan dengan jati diri bangsa.
Tegas Menolak Ideologi Radikal
Nurul Edy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjauhi paham radikal, termasuk ideologi khilafah dan ajaran lain yang berpotensi memecah belah persatuan. Ia menegaskan bahwa ideologi tersebut tidak sejalan dengan semangat kebhinekaan, musyawarah, dan hidup berdampingan yang telah lama dijaga masyarakat Dayak.
Ia juga mendorong penguatan edukasi kebangsaan di berbagai lini, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sosial. Ia menilai langkah pencegahan perlu diperkuat agar generasi muda tidak mudah terpengaruh narasi intoleran yang mengancam persatuan.
Perkuat Persatuan Tanpa Diskriminasi
Nurul Edy menekankan pentingnya menjaga persatuan tanpa membeda-bedakan suku, agama, maupun golongan. Ia mengingatkan bahwa harmoni sosial menjadi modal utama Kalimantan Tengah dalam menjaga stabilitas dan ketahanan daerah.
Pemerintah dan masyarakat, lanjutnya, harus terus mengamalkan nilai Pancasila dalam tindakan nyata agar keberagaman tetap menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. Dengan komitmen bersama, Kalimantan Tengah diyakini mampu berdiri kokoh menghadapi berbagai pengaruh ideologi yang menyimpang.
(Ptr/betangnews.com)



