BerandaDaerahKotawaringin TimurPeringatan Keras DPRD Kotim di HAB Kemenag, Radikalisme Mengintai Dunia Pendidikan

Peringatan Keras DPRD Kotim di HAB Kemenag, Radikalisme Mengintai Dunia Pendidikan

Betangnews.com, Sampit — Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Zainudin, menegaskan kewaspadaan terhadap masuknya paham radikalisme hingga terorisme ke dunia pendidikan saat peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI Tahun 2026 di Halaman MAN Kotim.

HAB Jadi Momentum Perkuat Moderasi

Zainudin menilai peringatan HAB tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat moderasi beragama sebagai benteng utama dalam mencegah konflik dan aksi teror. Ia menekankan pentingnya kebersamaan lintas agama yang tercermin dalam kehadiran seluruh unsur keagamaan pada kegiatan tersebut.

Menurutnya, isu agama sangat rentan diprovokasi dan kerap disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan ketidakamanan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Radikalisme Menyusup Lewat Digital

Zainudin mengingatkan bahwa paham radikal saat ini tidak selalu masuk melalui jalur formal, tetapi menyebar melalui internet dan media digital yang mudah diakses, khususnya oleh generasi muda. Ia mencontohkan sejumlah peristiwa teror, termasuk kasus bom di Jakarta, yang menunjukkan bahwa bibit terorisme dapat menyusup hingga ke lingkungan pendidikan.

“Kalau agama dikompori, dampaknya sangat berbahaya. Negara bisa tidak aman, pembangunan terganggu, dan tatanan kebangsaan bisa rusak,” tegas Zainudin.

Peran Strategis Kementerian Agama

Zainudin menilai Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam melakukan pengawasan dan pembinaan lembaga pendidikan keagamaan. Ia menyebut Kemenag membawahi madrasah, pondok pesantren, TPA, majelis taklim, hingga kemasjidan yang harus terus dimonitor secara berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan bahwa Kementerian Agama melayani seluruh umat beragama, sehingga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial di tengah masyarakat.

Di bidang pendidikan, Zainudin menekankan pentingnya penguatan nilai moderasi beragama agar pendidikan keagamaan mampu melahirkan generasi yang kuat iman, moderat, dan cinta damai. Dengan sekitar 74 lembaga pendidikan keagamaan di bawah binaan Kemenag di Kotim, ia berharap dunia pendidikan menjadi garda terdepan dalam pencegahan dini radikalisme dan terorisme. (Ptr/betangnews.com)

Baca Juga :  DPRD Kalteng Sampaikan Hasil Reses, Aspirasi Masyarakat Jadi Dasar Pembangunan Daerah
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Postingan Populer

Komentar Terakhir