BerandaBeritaDitpolairud Turun Sungai, Ada Apa di DAS Mentaya? Warga Samuda Dapat Edukasi...

Ditpolairud Turun Sungai, Ada Apa di DAS Mentaya? Warga Samuda Dapat Edukasi Khusus

Betangnews.com – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Tengah terus memperkuat pengamanan wilayah pesisir melalui pendekatan humanis dan edukatif. Personel yang bertugas di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentaya menyambangi warga Samuda dalam rangka memberikan sosialisasi bahaya terorisme dan paham radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi negara.

Kegiatan ini menjadi langkah preventif kepolisian dalam menjaga wilayah perairan Kalimantan Tengah dari potensi penyusupan ideologi yang dapat merusak persatuan bangsa. Petugas mengedepankan dialog langsung agar masyarakat memahami ancaman tersebut secara nyata dan tidak terjebak propaganda terselubung, termasuk paham yang ingin mengganti dasar negara dengan ideologi lain seperti khilafah.

Perkuat Benteng Ideologi di Wilayah Pesisir

Dalam kegiatan tersebut, personel mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Mereka menegaskan bahwa stabilitas wilayah tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Dirpolairud Polda Kalteng, Kombes Pol. Dony Eka Putra, mendorong warga pesisir agar menjadi mitra strategis kepolisian. Ia menekankan pentingnya deteksi dini terhadap indikasi penyebaran paham radikal, termasuk ideologi khilafah yang tidak sejalan dengan sistem negara Indonesia.

“Kami mengajak masyarakat untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila adalah ideologi Indonesia dan menjadi fondasi kokoh untuk menolak segala bentuk paham yang bertentangan dengan kedaulatan NKRI,” tegasnya.

Ia menambahkan, Indonesia berdiri sebagai negara bangsa yang majemuk dan berdaulat. Karena itu, setiap upaya mengganti Pancasila dengan ideologi lain harus ditolak demi menjaga persatuan dan keutuhan nasional.

Edukasi Identifikasi Paham Radikal

Selain menyampaikan imbauan, personel juga memberikan panduan praktis kepada warga. Petugas meminta masyarakat waspada terhadap kelompok tertutup yang cenderung menyalahkan perbedaan dan menyebarkan narasi kebencian dengan dalih agama atau ideologi tertentu.

Baca Juga :  Senator dan Dubes Turki Tawarkan Kerja Sama Budaya dan Investasi ke DPRD Kalteng

Petugas juga mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi berita bohong bernuansa SARA yang beredar di media sosial. Mereka menginstruksikan masyarakat segera melapor ke Mako Perwakilan terdekat apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Wujudkan DAS Mentaya Zona Integritas

Melalui edukasi tatap muka ini, Ditpolairud berharap kesadaran kolektif warga Samuda semakin meningkat. Partisipasi aktif masyarakat diyakini mampu memperkuat DAS Mentaya sebagai zona integritas yang tangguh terhadap ancaman terorisme dan penyebaran ideologi anti-Pancasila.

Dengan langkah preventif dan kolaboratif ini, aparat bersama masyarakat berkomitmen menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Kalimantan Tengah, sekaligus memastikan Pancasila tetap menjadi satu-satunya ideologi pemersatu bangsa.

(Ptr/betangnews.com)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Postingan Populer

Komentar Terakhir