Betangnews.com, Palangka Raya – PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Tengah tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat meskipun terjadi penyesuaian harga pada sejumlah produk BBM nonsubsidi. Kepastian tersebut disampaikan menyusul kenaikan harga Pertamax yang berpotensi memengaruhi pola konsumsi masyarakat.
Harga Pertamax (RON 92) saat ini mengalami penyesuaian menjadi Rp16.650 per liter atau naik Rp4.050 per liter dari harga sebelumnya. Kendati demikian, Pertamina menegaskan bahwa distribusi BBM di seluruh wilayah Kalimantan Tengah tetap berjalan lancar dan terkendali sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan energi.
Pertamina Jamin Ketersediaan Pasokan
Sales Area Manager Retail Kalimantan Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Donny Prasetya, menyampaikan bahwa perusahaan terus melakukan pengelolaan stok dan distribusi secara optimal guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Pertamina juga telah mengantisipasi kemungkinan adanya perubahan pola konsumsi pasca penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
Berdasarkan data yang dimiliki Pertamina, stok Pertamax di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 1,172 juta liter. Sementara itu, stok Pertalite tercatat lebih dari 3,3 juta liter. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan distribusi yang dilakukan secara berkelanjutan di seluruh jaringan SPBU.
Harga BBM Bersubsidi Tetap
Di tengah penyesuaian harga BBM nonsubsidi, Pertamina memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar bersubsidi masih berada pada harga Rp6.800 per liter.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kelompok yang berhak menerima BBM bersubsidi tetap memperoleh akses energi dengan harga yang terjangkau. Pertamina juga menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan BBM bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat Diimbau Tetap Tenang
Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan maupun penimbunan yang dapat mengganggu kelancaran distribusi. Dengan stok yang tersedia dan sistem distribusi yang berjalan normal, kebutuhan BBM masyarakat Kalimantan Tengah dipastikan tetap terpenuhi.
Selain itu, masyarakat diminta untuk menggunakan BBM sesuai peruntukannya dan mengutamakan informasi resmi dari pemerintah maupun Pertamina terkait perkembangan kebijakan energi. Langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas pasokan serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di daerah.
Pertamina menegaskan akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi distribusi dan ketersediaan stok BBM di Kalimantan Tengah. Dengan dukungan pasokan yang memadai, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait ketersediaan BBM di wilayah tersebut. (Ptr/betangnews.com)



